1

Pimpinan DPR Temui Massa Mahasiswa, Janjikan Tindak Lanjut Berbagai Aspirasi

JAKARTA – Sejumlah pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI turun langsung menemui mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa diterima dan dijanjikan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak pemerintah.

Dua Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa, mendatangi massa aksi sekitar pukul 19.28 WIB dengan pengamanan ketat. Keduanya didampingi pimpinan Komisi III DPR RI serta sejumlah perwakilan mahasiswa. Pada kesempatan itu, mereka menjelaskan hasil dialog yang sebelumnya telah dilakukan antara perwakilan mahasiswa dan DPR.

”Beberapa aspirasi telah langsung kami sampaikan per telepon tadi kepada pihak eksekutif, baik Menteri ESDM (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia) maupun Kepala BGN (Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang), dan didengarkan langsung aspirasi tersebut. Beberapa aspirasi yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, kami akan tindak lanjuti,” ujar Dasco.

Menanggapi salah satu tuntutan terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Saan Mustopa menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut. Hasil evaluasi itu disebut berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran hingga sekitar Rp70 triliun.

Sementara mengenai persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan mahasiswa, Saan menyebut pihak DPR telah berkomunikasi langsung dengan Menteri ESDM dan memperoleh komitmen untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

”Skema terkait dengan penurunan (harga BBM) juga nanti akan diselesaikan dalam waktu yang cepat. Dan, kami dari DPR juga akan memfasilitasi teman-teman untuk dialog secara langsung. Terkait tuntutan dan lainnya, secepatnya, akan kami komunikasikan dan tindak lanjuti,” kata Saan.

Selain isu BBM dan MBG, mahasiswa juga menyuarakan berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan kesejahteraan guru honorer, supremasi sipil, hingga stabilitas ekonomi dan politik nasional. DPR menyatakan akan menyampaikan berbagai aspirasi tersebut kepada pemerintah sebagai bahan tindak lanjut.

Dialog Tertutup dengan Perwakilan Mahasiswa

Sebelum menemui massa aksi di luar gedung, pimpinan DPR lebih dahulu menerima sejumlah perwakilan mahasiswa dalam pertemuan tertutup di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI. Dalam dialog tersebut, mahasiswa memaparkan sejumlah tuntutan yang mereka nilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Ketua Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, mengatakan berbagai aspirasi telah diterima oleh DPR. Namun, menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut benar-benar diwujudkan karena persoalan yang disampaikan masyarakat memiliki dampak luas terhadap kehidupan sehari-hari.

”Terkait dengan kelangkaan BBM subsidi itu, tadi sudah disampaikan oleh jajaran pimpinan DPR dan juga menteri. Tetapi, ini, kan, sebenarnya (memiliki) efek domino terhadap bahan pokok dan lain-lain,” ujarnya.

Dhenni juga menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal berbagai janji yang telah disampaikan oleh pemerintah dan DPR. Menurutnya, kegagalan memenuhi komitmen tersebut dapat memicu munculnya aksi-aksi lanjutan yang lebih besar.

”Kalau mereka tadi sudah disampaikan oleh pihak eksekutif untuk berkomitmen kepada kita, ya, kalau tidak dipenuhi janjinya, pasti kiranya gelombang-gelombang perjuangan akan muncul. Jangan dicoba-coba kepada masyarakat karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” ungkapnya.

Mahasiswa Soroti Kesejahteraan dan Demokrasi

Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB itu melibatkan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, serta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dalam orasinya, Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Jabodetabek Khoirul Ulum menyoroti berbagai persoalan yang dinilai menjadi sumber keresahan masyarakat, mulai dari kesejahteraan guru honorer hingga kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.

”BBM naik, tapi masyarakat, ojol (ojek daring), UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), semua tidak memiliki penghasilan yang naik juga. Ini adalah salah satu bagian dari penindasan. Kita hadir di sini, tiada lain tiada bukan, untuk menyuarakan hak-hak rakyat menuju pembebasan nasional,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, HMI juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka meminta agar pelaksanaan kedua program tersebut dijalankan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa menegaskan pentingnya penguatan supremasi sipil sebagai fondasi demokrasi dan negara hukum yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari tuntutan agar pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan publik.

”Kita tidak butuh omon-omon,” kata Khoirul, yang disambut teriakan para mahasiswa.

Recent Comments

No reviews yet.

Leave a Comment